Di era banjir informasi seperti sekarang, kemampuan untuk memilah dan menganalisis kebenaran sebuah berita menjadi kompetensi yang sangat mahal. Guru perlu mencari cara melatih nalar siswa agar tidak mudah tertipu oleh informasi hoaks yang tersebar luas di media sosial. Pengembangan kemampuan membaca yang mendalam bukan sekadar mengeja kata, melainkan memahami konteks dan tujuan dari sebuah tulisan. Bagi kritis siswa, proses bertanya tentang “mengapa” dan “bagaimana” sebuah opini dibangun adalah langkah awal menuju pemikiran yang mandiri. Jenjang SMP merupakan waktu yang paling ideal untuk memperkenalkan literasi tingkat tinggi ini, di mana pikiran remaja mulai terbuka terhadap berbagai perspektif yang berbeda di dunia nyata. Melakukan melalui diskusi kelompok yang aktif akan merangsang keberanian mereka untuk mengutarakan pendapat secara logis dan santun.
Proses latihan ini bisa dimulai dengan memberikan teks bacaan yang memiliki dua sudut pandang berbeda mengenai satu isu yang hangat. Sebagai salah satu cara melatih otak, siswa diminta untuk menemukan bukti-bukti pendukung yang digunakan oleh penulis teks tersebut. Fokus pada penguatan kemampuan membaca secara komprehensif akan membantu siswa dalam memahami mata pelajaran lain dengan lebih mudah. Bagi para kritis siswa, perdebatan yang sehat di dalam kelas akan mengasah ketajaman logika dan kemampuan berargumen yang berbasis data. Di tingkat SMP, guru bertindak sebagai fasilitator yang mengarahkan jalannya dialog agar tetap fokus pada topik pembahasan. Belajar melalui diskusi juga mengajarkan nilai toleransi terhadap perbedaan pendapat yang ada di antara teman sekelas.
Selain membaca teks tertulis, siswa juga perlu diajarkan untuk menganalisis media visual dan audiovisual. Ini adalah cara melatih literasi media yang sangat relevan dengan gaya hidup remaja masa kini yang sangat akrab dengan layar gadget. Peningkatan kemampuan membaca situasi sosial di sekitarnya akan membuat mereka menjadi pribadi yang lebih peka dan tidak apatis. Memberikan ruang bagi kritis siswa untuk menuliskan esai pendek setelah berdiskusi akan memperkuat struktur berpikir mereka secara tertulis. Lingkungan SMP yang demokratis akan mendukung tumbuh suburnya pemikiran-pemikiran segar yang kreatif. Jangan pernah meremehkan kekuatan belajar melalui diskusi, karena dari sanalah kemampuan diplomasi dan komunikasi publik seseorang mulai dibentuk sejak dini.