Masa Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan periode emas untuk penanaman nilai-nilai luhur, menjadikan Pendidikan Karakter sebagai komponen yang sama pentingnya, jika tidak lebih penting, daripada mata pelajaran akademik. Pendidikan Karakter di SMP berfokus pada pembangunan etika, moralitas, dan rasa tanggung jawab sosial yang kuat pada generasi muda yang sedang mencari identitas. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, soft skills dan integritas yang dibangun melalui Pendidikan Karakter adalah bekal utama agar siswa siap menjadi warga negara yang berkontribusi positif di masa depan. Penguatan karakter ini dilakukan secara holistik dan terintegrasi di seluruh kegiatan sekolah.
Implementasi Pendidikan Karakter di SMP dilakukan tidak hanya melalui mata pelajaran khusus, tetapi melalui pembiasaan sehari-hari. Salah satu bentuk yang paling efektif adalah pembiasaan budaya antri, mengucapkan salam kepada guru dan staf, serta melaksanakan piket kebersihan kelas secara konsisten. Sekolah juga sering menerapkan program Peer Tutoring (Tutor Sebaya) untuk menumbuhkan rasa gotong royong dan empati di antara siswa. Selain itu, Pendidikan Karakter juga diperkuat melalui penegakan disiplin positif. Berdasarkan peraturan sekolah yang ditetapkan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Jakarta Selatan pada awal Tahun Ajaran 2025/2026, sekolah diwajibkan mengganti hukuman fisik dengan konseling restoratif yang fokus pada pemahaman dampak perilaku terhadap orang lain.
Aspek tanggung jawab sosial menjadi fokus utama di kelas IX, menjelang kelulusan. Sekolah mendorong siswa untuk terlibat dalam kegiatan pelayanan masyarakat (PPM) singkat. Misalnya, melakukan proyek bakti sosial ke panti asuhan atau membersihkan fasilitas umum di sekitar sekolah minimal satu kali per semester. Kegiatan ini seringkali dikoordinasikan dengan aparat setempat, seperti Bintara Pembina Desa (Babinsa), untuk memastikan proyek berjalan aman dan terarah. Pendekatan terpadu ini membantu siswa menyadari peran mereka dalam komunitas. Dengan mengedepankan pembentukan etika dan tanggung jawab sosial, program Pendidikan Karakter di SMP menghasilkan individu yang tidak hanya pintar secara kognitif, tetapi juga memiliki hati nurani dan kesiapan moral untuk menghadapi dunia.