Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah fase yang sangat menentukan dalam perkembangan karakter seorang individu. Pada usia remaja, nilai-nilai dan prinsip moral mulai terbentuk kuat, menjadi fondasi bagi kehidupan di masa depan. Oleh karena itu, SMP memiliki peran strategis dalam perkembangan karakter siswa, mengimplementasikan berbagai program dan pendekatan untuk melahirkan generasi berintegritas yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga luhur budi pekertinya.
Salah satu strategi utama SMP dalam mendorong perkembangan karakter adalah melalui integrasi nilai-nilai dalam setiap mata pelajaran dan kegiatan sekolah. Kurikulum Merdeka yang berlaku saat ini sangat menekankan pada Profil Pelajar Pancasila, yang mencakup dimensi beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Nilai-nilai ini tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Misalnya, melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), siswa diajak untuk berkolaborasi dalam proyek-proyek sosial atau lingkungan yang menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian. SMPN 2 Surabaya, pada 20 Juni 2025, sukses menggelar proyek “Bank Sampah Sekolah” yang melibatkan seluruh siswa dalam pengelolaan sampah dan edukasi lingkungan, melatih mereka tentang tanggung jawab sosial dan gotong royong. Ini adalah “Metode Efektif” untuk implementasi langsung.
Lingkungan sekolah yang kondusif juga memegang peranan penting dalam perkembangan karakter. Sekolah berupaya menciptakan iklim yang aman, nyaman, dan inklusif, bebas dari perundungan (bullying) dan diskriminasi. Program anti-perundungan diimplementasikan secara tegas, didukung oleh sosialisasi rutin dan penegakan aturan yang konsisten. Selain itu, guru-guru di SMP juga berperan sebagai teladan (role model) yang menunjukkan nilai-nilai integritas, kejujuran, disiplin, dan empati dalam interaksi sehari-hari dengan siswa. Program bimbingan dan konseling aktif membantu siswa mengatasi masalah pribadi dan mengembangkan keterampilan sosial-emosional. Seorang psikolog pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia, Dr. Anita Sari, dalam seminar nasional guru BK pada 15 Juli 2025, menyatakan bahwa “Perilaku positif guru adalah cerminan yang paling efektif dalam membentuk karakter siswa.”
Di samping itu, partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler juga sangat menunjang perkembangan karakter. Organisasi siswa (OSIS), Palang Merah Remaja (PMR), pramuka, klub olahraga, atau seni, semuanya memberikan wadah bagi siswa untuk mengembangkan kepemimpinan, kerja sama tim, tanggung jawab, dan sportivitas. Melalui pengalaman-pengalaman ini, siswa belajar menghadapi tantangan, mengelola emosi, dan berinteraksi secara positif dengan teman sebaya dan orang dewasa. Dengan strategi komprehensif ini, SMP berkomitmen untuk tidak hanya menghasilkan siswa berprestasi akademis, tetapi juga generasi muda yang berintegritas tinggi dan siap menjadi pemimpin masa depan bangsa.